Kandungan Gizi Beras Hitam

Kandungan Gizi Beras Hitam

Banyak orang masih ragu beralih mengonsumsi Bersa Hitam dari beras putih. Selain harganya yang lebih mahal dari beras putih, ketersediaannya di pasar pun sangat terbatas. Namun dengan tingkat kesadaran kesehatan yang makin meningkat, pada kenyataannya Beras Hitam ini banyak dicari oleh konsumen. 

Berikut ini adalah kami sampaikan table mengenai kandungan komposisi gizi Beras Hitam dan berbagai jenis beras yang beredar di Indonesia dalam 100 gram yang diambil dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia pada tahun 2009.

Tabel Komposisi Gizi Berbagai jenis Beras yang ada di Indonesia

No

Nama bahan

Energi (kkal)

Protein (gram)

Karbohidrat (gr)

Lemak (gram)

Serat (gr)

1

Beras hitam

351

8

1,3

76,9

20,1

2

Beras putih

357

8,4

1,7

77,1

0,2

3

Beras merah

352

7,3

0,9

76,2

0,8

4

Beras ketan putih

361

7,4

0,8

78,4

0,4

5

Beras ketan hitam

360

8

2,3

74,5

1

 

Dari tabel diatas terlihat bahwa kandungan serat beras hitam sangat-sangat tinggi jika dibandingkan dengan beras lainnya terutama bila dibandingkan dengan putih yang biasa dikonsumsi masyarakat.

Bila serat beras hitam 20,1 g ( sekitar 20 % adalah serat ) maka beras putih “Cuma” 0,2 gram. Bedanya sampai 100 x lipat atau 10.000 %. Jadi kandungan serat pada beras hitam sangat-sangat luar biasa. Jadi beras hitam ini sangat baik buat kesehatan terutama buat para penderita diabetes.

 

Peran pigmen beras hitam adalah paling baik di antara berbagai jenis beras berwarna. Selain itu, pigmen tersebut kaya mengandung materi aktif flavonoid dan kadarnya lima kali lipat dari pada beras putih dan berperan sangat besar bagi pencegahan pengerasan pembuluh nadi. Selain itu, beras hitam mengandung relatif banyak serat makanan (dietary fiber), laju pencernaan pati lamban, indeks gula darah 55 sedangkan beras putih adalah 87.

 

Beras mengandung amilosa dan amilopektin yang bertanggung jawab terhadap kenaikan gula darah. Salah satu faktor penentu indeks glikemik beras adalah kandungan amilosa. Rantai lurus tidak bercabang yang menyusun amilosa menghasilkan ikatan karbon yang solid sehingga tidak mudah tergelatinasi oleh enzim pencernaan. Oleh karena itu penguraian amilosa menjadi gula darah lebih lambat ketimbang amilopektin yang bercabang dan mempunyai struktur terbuka. Bahan pangan tinggi amilosa cenderung lambat menaikkan kadar gula darah daripada bahan yang kaya amilopektin.

 

Jadi bagaimana sekarang dengan Anda setelah melihat fakta kandungan gizi Beras Hitam? Apakah Anda masih ragu beralih mengkonsumsi Beras Hitam?

COMMENTS (0)

    Leave a reply

    Name*
    Email*
    Foto Anda*

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Your Comment*